PERAN GURU PROFESIONAL DALAM PELAKSANAAN EVALUASI BELAJAR

Authors

  • Hary Purwanto Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Keywords:

Profesional, Guru, Evaluasi Belajar

Abstract

Di era kemajuan zaman dan tantangan zaman yang semakin pesat ini, guru idealnya tetap terus belajar, harus kreatif mengembangkan diri, baik yang berkaitan dengan dunia pendidikan, psikologi, maupun ilmu pengetahuan lainnya. Harapan ini kandas, karena guru kurang semangat untuk memajukan diri dan tidak banyak yang terus belajar lagi. Apabila dilihat dari laporan HDI (Human Development Index) tahun 2014 posisi Indonesia peringkat ke-111. Indonesia tercepit empat negara yang HDI-nya jauh lebih tinggi yaitu Australia (ke-2) nilai HDI 0,935, Singapura (ke-11) nilai HDI 0,912, Brunei Darusalam (ke-31) nilai HDI 0,856, serta Malaysia (ke-62), nilai HDI 0,779. Artinya kualitas Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia tergolong rendah. Fenomena yang akhir-akhir ini menjadi hangat, ketika siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) dengan hasil yang masih kurang memuaskan, yang disalahkan gurunya. Setelah kritik dialamatkan kepada guru, biasanya kritik itu mengarah ke hulu, yaitu dengan menelusuri dari mana guru itu berasal, diikuti dengan konklusi bahwa pendidikan gurulah asal muasal dari biang semua masalah itu. Sebagai konsekuensinya, gurulah yang dipersalahkan jika terjadi kemero-sotan mutu pendidikan, bahkan juga jika terjadi tawuran antar-pelajar, guru pula yang disalahkan. Memang belum ada standar mutu, baik untuk guru maupun untuk pendidikan. Dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah atau khususnya di kelas guru adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas hasilnya. Dengan demikian, guru patut dibelali dengan program evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya, yakni mengevaluasi hasil belajar siswa. Dalam hal ini guru bertugas mengukur apakah siswa sudah menguasahi ilmu yang dipelajari oleh siswa atas bimbingan guru sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. Dalam menjalankan tugas mengevaluasi siswa guru harus profesional, karena pencapaian belajar siswa adalah salah satu kegiatan yang merupakan kewajiban, karena setiap pengajar pada akhirnya harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya ataupun kepada siswa itu sendiri, bagaimana dan sampai di mana pengusaan dan kemampuan yang telah dicapai siswa tentang materi dan keterampilan-keterampilan mengenai mata pelajaran yang telah diberikan

References

Drijarkara, N. 1955. Kepentingan Pendudukan Guru Sekolah Menengah. Yogyakarta: Kanisius.

Ki Supriyoko. 2016. Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Salatiga: UKSW

Purwanto, Ngalim. 2001. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Jakarta: Remaja Karya.

Soegeng, AY. 2005. Profesionalisasi Guru Suatu Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.

Spencer, LM dan SM Spencer, 1993. Competency Assesment Method. Hay/Mcber Research Press..

Subari, 1994. Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suparno, P. 2004 .Pendidikan dan Peran Guru. Jakarta: Kompas.

Surakhmad, W., 2003. Mengurai Benang Kusut Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Suwigyo, 2004. Menagih Janji Universitas Bekas IKIP. Jakarta: Kompas.

Tilaar, HAR., 2002. Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan, 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Published

2017-06-19